Ia menjelaskan, nama Pasar Taman Puring telah dikenal masyarakat sejak lama sehingga menjadi salah satu modal pedagang dalam menarik pembeli. Jika berpindah lokasi, pedagang harus kembali memperkenalkan barang dagangan dan membangun kepercayaan pelanggan.

β€œKalau dimulai dari nol, belum tentu bisa berjalan. Apalagi kondisi ekonomi sekarang juga sedang sulit,” ucapnya.

Asmun menyebut jumlah pedagang sebelum kebakaran mencapai lebih dari 500 orang. Namun, setelah peristiwa tersebut, jumlah pedagang yang masih bertahan diperkirakan sekitar 140 orang karena sebagian kehilangan barang dagangan dan belum dapat kembali berjualan.

Ia mengatakan para pedagang berharap pemerintah tetap merealisasikan revitalisasi Pasar Taman Puring sebagaimana yang mereka harapkan, sekaligus menyediakan ruang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk melanjutkan kegiatan ekonomi.

Melalui Instagram @tamanhutandki, Taman Puring juga direncanakan memiliki fungsi ruang publik dan pendidikan melalui kehadiran Microlibrary Taman Puring.