NADIKABAR.COM — Persatuan Hijau Riau (PeHR) menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Komjen Pol Herry Heryawan atas warisan Green Policing di Bumi Lancang Kuning. Jenderal bintang tiga yang disapa Herimen ini dinilai telah membawa perspektif baru bahwa tugas kepolisian bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga lingkungan dan ekosistemnya.

Ketua Umum PeHR, Hengky Primana, menilai kehadiran Herry Heryawan di Riau tidak hanya meninggalkan catatan dalam penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan, tetapi juga memberikan fondasi kuat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta penguatan konsep Green Policing. Ia menyebut Green Policing merupakan salah satu gagasan yang memiliki arti penting bagi Riau sebagai provinsi yang memiliki kekayaan alam sekaligus menghadapi tantangan lingkungan yang kompleks.

"Riau tentu berterima kasih kepada Jenderal Herry Heryawan. Beliau meninggalkan sebuah gagasan yang sangat relevan bagi Riau, yaitu Green Policing. Ini bukan hanya program kepolisian, tetapi sebuah cara pandang bahwa menjaga keamanan masyarakat juga berarti menjaga lingkungan," ujar Hengky dalam keterangannya, Minggu (4/10/2026).

Menurutnya, penanganan karhutla juga menjadi salah satu bagian penting dari kerja kepolisian di Riau. Persoalan karhutla tidak dapat dilihat semata-mata sebagai persoalan hukum, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat, ekonomi, pendidikan, lingkungan, dan masa depan generasi berikutnya.

Hengky menilai, di bawah kepemimpinan Komjen Herry, Polda Riau mampu membangun sinergi dan kolaborasi yang kuat baik dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, pelajar, dan kelompok masyarakat sipil yang menjadi bagian penting dalam menghadapi persoalan lingkungan di Riau.

"Karhutla bukan hanya persoalan memadamkan api. Ada persoalan pencegahan, edukasi, penegakan hukum, dan perubahan perilaku. Di sinilah kami melihat semangat Green Policing menjadi penting," katanya.

Upaya lulusan Akpol 96 dalam menjadikan isu lingkungan sebagai bagian dari pendekatan kepolisian yang lebih luas patut diapresiasi. Gagasan Komjen Herry dalam program Green Policing menciptakan sebuah warisan yang tak ternilai.

"Jabatan bisa berganti, tetapi gagasan yang baik harus terus hidup. Kami berharap Green Policing tidak berhenti sebagai sebuah program, tetapi menjadi budaya kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga lingkungan Riau," ujar Hengky.

PeHR juga menyampaikan selamat atas amanah baru yang kini diberikan kepada Herry Heryawan sebagai Kepala Baharkam Polri. Bagi PeHR, pengalaman Herry selama bertugas di Riau dapat menjadi modal penting untuk membawa perspektif mengenai keamanan yang lebih luas, termasuk bagaimana aspek lingkungan dapat menjadi bagian dari strategi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Selamat menjalankan amanah baru, Jenderal. Dari Riau kami mengucapkan terima kasih. Apa yang telah dibangun di sini akan terus kami rawat dan kembangkan," kata Hengky.

Ia menambahkan, PeHR berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai gerakan masyarakat yang berkaitan dengan lingkungan, termasuk pendidikan lingkungan, gerakan kebersihan, penghijauan, dan penguatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem.

"Kami ingin Green Policing menjadi warisan bersama. Bukan milik satu institusi atau satu orang, tetapi menjadi semangat bersama masyarakat Riau," pungkasnya.