NADIKABAR.COM — Pejabat tinggi Republik Demokratik Korea Utara mengecam Amerika Serikat (AS) atas tuduhan bahwa kasus pencurian kripto miliaran dolar AS di Binance dilakukan oleh kelompok peretas yang diduga "didukung" oleh Korea Utara, demikian laporan kantor berita negara itu, Selasa.
Mengutip pernyataan yang dirilis Senin (2/11), kantor berita Korean Central News Agency (KCNA) melaporkan bahwa Direktur Departemen Komite Sentral Partai Buruh Korea Kim Yo Jong menyebut klaim AS itu sebagai upaya untuk mencemarkan nama negaranya sebagai "negara kriminal siber".
Kim mengatakan bahwa AS telah "berupaya menyebarkan kesalahpahaman mengenai RRDK di kalangan masyarakat internasional, dengan secara membabi buta mengaitkan RRDK dengan berbagai insiden 'kejahatan siber' setiap kali insiden semacam itu terjadi dalam skala internasional."