Langkah-langkah AS "untuk menyesatkan opini publik internasional" merupakan provokasi politik serius terhadap RRDK sekaligus pelanggaran berat terhadap kedaulatan RRDK karena merusak citra internasional negara tersebut, tutur Kim.
Pejabat RRDK tersebut mengatakan negaranya terus memantau provokasi berulang AS. Dia menambahkan, "Kami memiliki sejumlah hal yang perlu dipertimbangkan kembali dalam berbagai aspek sehubungan dengan sikap bermusuhan AS yang sangat tidak menyenangkan."
Binance, bursa mata uang kripto terbesar di dunia, pada Jumat (30/10) mengatakan bahwa para peretas mencuri lebih dari 6 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp18.161) dalam peristiwa yang diyakini sebagai pencurian mata uang kripto terbesar yang pernah tercatat.