Untuk menghasilkan foto tersebut, Yudha meminjam kamera milik temannya dan menyewa lensa. Ia awalnya berencana memotret perajin wayang di Jelekong, tetapi kemudian memilih mencari perajin kayu Jepara hingga menemukan lokasi perajin di kawasan Antapani, Bandung.

β€œSaya ingin menyampaikan bahwa tradisi kayu Jepara jangan sampai punah. Saya juga ingin mengeluarkan emosi para pengukir kayu saat mengukir,” ujarnya.

UNESCO menyebut karya Yudha memperlihatkan pengukir kayu Jepara yang membuat motif rumit dengan tangan sekaligus menjaga keterampilan tradisional yang diwariskan lintas generasi.

Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO I.G.A.K. Satrya Wibawa mengapresiasi capaian tersebut dan menilai keberhasilan Yudha menunjukkan peran generasi muda dalam pelestarian budaya melalui medium yang dekat dengan kehidupan mereka.

β€œYang lebih penting adalah bagaimana seorang anak berusia 14 tahun melihat warisan budaya Indonesia melalui perspektif generasinya sendiri. Kamera di tangannya menjadi alat untuk bercerita bahwa tradisi bukan sesuatu yang hanya disimpan di masa lalu, tetapi sesuatu yang perlu diteruskan oleh generasi berikutnya,” ujar Satrya.