Saat ini, kata dia, sampah anorganik yang dikumpulkan dan diolah oleh peserta didik dimanfaatkan menjadi berbagai kerajinan tangan, salah satunya gantungan kunci dengan beragam warna dan motif.

Selain mengolah sampah menjadi kerajinan, SMPN 294 Jakarta juga telah memiliki teba modern dan lubang biopori sebagai bagian dari upaya pengelolaan sampah di lingkungan sekolah.

"Di sekolah kami juga sudah ada teba modern dan lubang biopori. Insya Allah, pengelolaan sampah di sini sudah cukup baik. Semua kami manfaatkan dengan semaksimal mungkin," ungkap Nina.