Sigit merinci, pada foto pertama, terlihat jelas di sebuah sudut kebun di rumah tersangka, terdapat gundukan yang terdiri dari kayu, papan dan ranting hingga dedaunan. Di sanalah lokasi awal pembakaran jasad ibu dan anak tersebut.
"Tersangka ini membeli solar dan ditempatkan di galon air mineral. Dan di sana dia membakar jasad ibu ditumpuk anaknya dan barang-barang milik korban. seperti handphone dan pakaian korban," ujarnya.
Sigit menjelaskan pelaku berupaya menyamarkan lokasi kejadian dengan membersihkan sisa tumpukan kayu beberapa hari setelah melancarkan aksinya. Bagus kemudian membangun tungku pembakaran dari bata ringan tepat di atas lokasi tersebut untuk mengelabui petugas.
"Empat hari setelah dibakar di tempat itu, tersangka membangun tungku. Jadi bukan di tungku itu ya dibakarnya, tapi di lokasi lama, tempatnya sama," ucapnya.
Tidak hanya lokasi pembakaran, polisi juga menemukan foto lain yang memperlihatkan sebuah mesin penggiling berwarna biru dengan corong besar, diletakkan tak jauh dari lokasi pembakaran. Mesin yang baru dibeli oleh pelaku tersebut sengaja disiapkan untuk menghancurkan sisa jasad korban.
"Tulang-tulang dan sisa daging tubuh korban digiling di mesin selep itu, terus barang-barang korban seperti handphone termasuk baju yang dikenakan juga dibakar dan digiling untuk menghilangkan jejak," ucapnya.
Bagus melakukan pembakaran dan mutilasi tersebut selama dua hari satu malam pada 22-23 September 2026.