Produk yang dihasilkan meliputi keripik pisang, keladi, ubi jalar, dan singkong dengan variasi rasa manis, pedas, serta original.
Menurutnya, pada pelatihan tahun ini, pelaku usaha OAP yang telah menjalankan usaha dilibatkan sebagai instruktur bagi peserta yang baru memulai usaha.
“Jadi yang sudah berjalan ini, dia melatih yang baru pemula. Ini menjadi bukti bahwa keberlanjutan program Dinas Perindustrian telah berdampak bagi pengusaha OAP,” katanya.
Selain usaha keripik, terdapat usaha pembuatan kecap yang telah berjalan sekitar dua tahun. Pelaku usaha yang sebelumnya mengikuti pelatihan juga disiapkan menjadi instruktur dalam kegiatan berikutnya.