Ia mengatakan pendekatan tersebut memberi kesempatan kepada pelaku usaha yang telah memiliki pengalaman untuk membagikan keterampilan kepada masyarakat lain, sehingga pengetahuan yang diperoleh melalui program pelatihan dapat terus dimanfaatkan.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Nabire mengalokasikan dana Otonomi Khusus (Otsus) sebesar Rp3,6 miliar untuk keseluruhan program pengembangan IKM milik OAP melalui pelatihan dan bantuan peralatan di sejumlah distrik.

Program tersebut mencakup berbagai bidang usaha, antara lain menjahit, servis elektronik, ukir kayu, pembuatan keripik, instalasi listrik, pengolahan sari gula jahe, depot air minum, pembuatan batako, bakso buah merah, kecap, dan batik Papua.