Aris mengungkap alasan dirinya memasang CCTV di apartemen tersebut. Dia mengaku telah mencurigai aktivitas istrinya sebelum membuat laporan ke polisi.
Menurut Aris, kecurigaan itu muncul karena EF kerap pergi sejak pagi hingga malam tanpa diketahui tujuannya. Aris kemudian meminta seorang teman untuk mengikuti sang istri.
"Akhirnya ketemulah di apartemen saya. Dan karena kecurigaan saya besar, saya lakukan untuk itu saya memasang CCTV di unit saya sendiri," ujarnya.
Dodi mengatakan CCTV di apartemen tersebut tidak hanya merekam aktivitas di dalam unit. Menurut dia, terdapat pula rekaman yang memperlihatkan kedatangan seseorang hingga masuk ke apartemen.
Aris juga mengaku sempat bertemu dengan EF dan M setelah kejadian yang dia klaim terekam CCTV tersebut.
"Marah, kecewa. Istri saya itu, masa dizalimi. Sebagai suami yang sah yang dizalimi, pasti semuanya akan marah dan tidak terima," ujarnya.
Meski demikian, Aris mengatakan tidak terjadi cekcok besar saat dirinya bertemu istri saat bersama M. Dia justru menyoroti keputusan istrinya yang menolak ikut pulang dengannya.
"Jadi rekan-rekan, yang kami garis bawahi, ini kan adalah apartemen klien kami ya. Jadi yang kami sayangkan kenapa di apartemen? Gitu lho. Apartemen milik Pak Aris," ujar Dodi.
Aris mengungkap dirinya memiliki dua unit apartemen yang disebut biasa digunakan oleh istrinya. Menurut Aris, istrinya dapat memilih menggunakan apartemen di kawasan Distrik 8 atau Pondok Indah pada hari kerja.