"Semua screenshot bujuk rayu, transferan, bukti pinjam uang, chat pinjam uang, bukti menerima uang, gitu. Walaupun ada yang gak transfer, saya ada yang melalui cash, ada adminnya dia juga menerima uang, terus sudah gitu ada sopirnya dia juga menerima uang dari saya. Jadi semua chat-chat-nya lengkap," beber Gusti.
Selain pendekatan personal, Gusti mengungkapkan modus awal yang menjeratnya bermula dari tawaran proyek fasilitas olahraga mini soccer. Vicky Prasetyo menawarkan kerja sama bisnis dengan iming-iming imbalan hasil keuntungan hingga ratusan juta rupiah.
"Awalnya nih, kenapa saya bisa ketipu, tanah bukan tanah dia, tapi dia mengaku tanah dia. Harusnya tanah tersebut kosong, tapi malah ditawarkan kepada saya dengan bujuk rayu, 'Nanti Kakak nyimpan uang Rp 500 juta, kerja samanya tiga tahun, nanti dapat 25 persen. Berarti keuntungan Rp 400 juta selama tiga tahun'. Modal Rp 500 juta untung Rp 400 juta lumayan dong," terang Gusti.