Menurut dia, Persebaya sebenarnya mampu menguasai bola dan berusaha membangun serangan dari satu sisi ke sisi lain untuk mencari celah di pertahanan lawan.

Dia menilai penampilan timnya meningkat pada babak kedua, meskipun Persijap yang justru mencetak gol.

Setelah tertinggal, Tavares meminta para pemain meningkatkan intensitas serangan dengan menambah pemain di lini depan.

Strategi itu malah memberikan kesempatan kepada Persijap untuk melancarkan serangan balik.

Persebaya melepaskan 14 tendangan sudut dan melepaskan banyak tembakan, tetapi gagal menjadi gol.