NADIKABAR.COM — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo meluncurkan layanan Onshore Power Supply (OPS) berkapasitas 500 kVA di Terminal PNP Dermaga 004, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Fasilitas ini memungkinkan kapal yang bersandar menggunakan listrik dari darat sehingga penggunaan mesin bantu kapal dapat dikurangi.

"Kami yakin implementasi OPS di Pelabuhan Tanjung Priok dapat menjadi best practice dan menjadi bagian dari transformasi pelabuhan-pelabuhan di Indonesia menuju pelabuhan yang lebih hijau, efisien, berdaya saing dan berkelanjutan" ujar Kepala KSOP Utama Tanjung Priok, Heru Susanto dalam keterangannya, Rabu (16/9/2026).

Pengoperasian OPS menjadi salah satu langkah Pelindo dalam mendorong transformasi Pelabuhan Tanjung Priok menuju green port. Selain mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) selama kapal bersandar, penggunaan listrik darat dapat mengurangi running hours mesin bantu kapal, kebutuhan pemeliharaan, emisi gas buang, kebisingan, dan getaran di area dermaga.

Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar mengatakan pengembangan OPS merupakan bagian dari upaya Pelindo membangun ekosistem pelabuhan yang semakin hijau, efisien, dan siap menghadapi perkembangan standar industri maritim global.

"OPS bukan sekadar menggantikan sumber listrik kapal dari genset menjadi listrik darat. Ini merupakan langkah konkret dalam transformasi Pelabuhan Tanjung Priok menuju green port, dengan menghadirkan energi yang lebih efisien, lebih bersih, dan lebih andal. Kami ingin membangun ekosistem pelabuhan yang tidak hanya semakin produktif, tetapi juga semakin berkelanjutan," ungkap Achmad.

Sementara itu, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo mengungkapkan pihaknya turut mendukung pengembangan OPS. Dukungan ini menjadi bagian dari kolaborasi penyediaan ekosistem kelistrikan yang andal untuk mendukung transisi energi di kawasan pelabuhan.

"PLN siap mendukung transformasi sektor kepelabuhanan melalui penyediaan pasokan listrik yang andal untuk kapal sandar. Lewat kolaborasi ini, kami ingin mendorong produktivitas melalui penghematan para pelaku usaha di bidang maritim dan mengoptimalkan aktivitas pelabuhan, sekaligus menekan emisi yang dihasilkan," jelasnya.