Fasilitas tersebut mendukung pemeriksaan peti kemas oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sekaligus memperkuat pengawasan terhadap arus barang impor dan ekspor di kawasan pelabuhan.

Faruq mengatakan pihaknya berupaya menghadirkan dukungan teknologi pemindaian yang terintegrasi dengan sistem dan tata kelola yang baik melalui kerja sama dengan TPS.

Menurut dia, penerapan teknologi tersebut sejalan dengan arah transformasi Pelindo di bawah pengarahan Danantara dalam memperkuat digitalisasi, modernisasi fasilitas, keselamatan, dan kualitas pelayanan.

“Bagi kami, pengembangan fasilitas pendukung pelabuhan tidak hanya berorientasi pada aspek operasional, tetapi juga bagaimana menghadirkan layanan yang semakin transparan, akuntabel, dan memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan,” ujarnya.