Pelti memandang pengembangan industri tenis tidak cukup hanya mengandalkan prestasi atlet, tetapi juga membutuhkan ekosistem yang ditopang pembinaan, turnamen, fasilitas, dan dukungan ilmu keolahragaan.
Andi menekankan pentingnya memperbanyak kesempatan bertanding bagi petenis Indonesia melalui turnamen internasional sebagai bagian dari proses pembinaan.
Menurut dia, khusus sektor putra, pemain idealnya mengikuti sedikitnya 10 turnamen senior level M15 dalam satu tahun untuk meningkatkan pengalaman yang sekaligus memperbaiki peringkat.
Pelti juga melihat ketersediaan fasilitas sebagai salah satu faktor penting dalam membangun industri tenis nasional.