Salah satu ukuran yang penting adalah capaian penurunan emisi. Data Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI) menunjukkan bahwa berdasarkan data 2024, tingkat emisi seluruh sektor berada pada 1.495,58 juta ton CO2e, sementara pengurangan terhadap baseline tercatat 775,97 juta ton CO2e atau kontribusi 34,16 persen terhadap baseline pada tahun yang tersedia.

Data tersebut memberikan modal bagi Indonesia untuk menunjukkan kemajuan, tapi sekaligus memperlihatkan perlunya konsistensi pengukuran agar capaian tersebut dapat dibandingkan secara jelas dengan target NDC.

Penguatan tata kelola data menjadi salah satu pekerjaan penting menjelang Antalya. Mulai dari Juli 2026, Indonesia sudah memberlakukan generasi baru SRN PPI sebagai platform satu data iklim nasional yang mengintegrasikan aksi mitigasi, inventarisasi emisi, dan capaian penurunan emisi.

Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup juga meluncurkan SIGN SMART Robust untuk memperkuat inventarisasi emisi nasional. Langkah ini penting karena kredibilitas kebijakan iklim pada akhirnya sangat bergantung pada kemampuan negara menunjukkan data yang konsisten, transparan, dan dapat diverifikasi.