Namun, dunia bisnis yang akan dimasuki oleh para mahasiswa masih sangat bergantung pada kemampuan literasi konvensional.

Terlepas dari potensi AI yang digadang-gadangkan, terdapat banyak bukti bahwa AI juga belum memberikan dampak berarti terhadap produktivitas kerja. Mahasiswa yang terlalu mengandalkan AI hingga mengabaikan keterampilan lain, dinilai kemungkinan besar akan mendapati diri mereka kurang siap menghadapi tuntutan nyata kehidupan setelah lulus.

Dikutip dari American Psychological Association (APA), sejumlah psikolog dan peneliti di AS kini sedang mempelajari bagaimana manusia berinteraksi dengan AI. Penelitian juga mengidentifikasi pola desain dan penggunaan AI yang memperkuat, alih-alih mengikis kemampuan manusia.

Hasilnya, temuan mulai menunjukkan bahwa manfaat AI sangat bergantung pada kolaborasi tim redaksi manusia dan AI.

"Persoalan utamanya bukan pada apakah AI digunakan, melainkan bagaimana AI tersebut digunakan. Perbedaannya tidak terlalu terletak pada teknologinya itu sendiri, melainkan pada penggunanya," kata Jackson G Lu, PhD, seorang profesor madya di Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang meneliti penggunaan AI generatif di tempat kerja, dikutip dari APA.