Salah satu contoh sukses penerapan informasi iklim terlihat di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, di mana para petani memajukan masa tanam dan memilih varietas yang sesuai pascamenerima peringatan dini BMKG terkait percepatan awal musim kemarau.

"Melalui penyesuaian pola tanam berbasis prediksi iklim, wilayah Pangkep berhasil menyelamatkan lahan pertanian seluas 7.067 hektare dari ancaman gagal panen," ujarnya.

Menurut dia, BMKG terus mendorong pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan sektor pertanian untuk menjadikan data prakiraan iklim sebagai rujukan utama perancangan kalender tanam guna menjaga ketahanan pangan nasional.

Adapun periode musim kemarau di Indonesia diprediksi berakhir seiring masuknya musim hujan mulai Oktober - Desember 2026, meskipun fenomena El Nino di Samudra Pasifik diproyeksikan bertahan hingga kuartal I 2027.