"Betul. Saya ke rumah Jokowi itu kurang lebih bulan Juli. Hanya silaturahim, lalu saya posting di Instagram. Nah, tidak lama setelah itu, bulan Agustus ada usulan pemecatan dari DPC Kota Surabaya ke DPP, sehingga saya dipanggil oleh DPP," ujar Hidayat.
Hidayat mengatakan, agendanya berkunjung ke rumah Jokowi pada Juli lalu dilakukan atas inisiatif pribadi setelah ziarah ke makam Mbah Hasan Besari di Ponorogo. Saat itu, ia menegaskan tidak menggunakan atribut partai.
"Saya pakai pakaian putih netral, atas inisiatif saya sendiri," ujarnya.
Saat berkunjung, Hidayat datang bersama sejumlah rekan, termasuk kader senior PDIP dan pihak swasta. Ia mengaku hanya bersilaturahmi, berfoto, dan sempat menanyakan soal keharmonisan hubungan kebangsaan.
"Sekalipun ngobrolnya berdua dengan saya, penyampaiannya (Jokowi) 'Saya tidak ada masalah dengan Ibu Mega, dan suatu saat nanti mesti akan ketemu.' Nah, hanya ngobrol itu aja yang saya ungkapkan ke DPP," ceritanya.
Buntut dari unggahan foto kunjungan tersebut di media sosialnya, DPC PDIP Surabaya mengusulkan pemecatan dirinya ke DPP PDIP. Hidayat kemudian dipanggil untuk sidang Komite Etik dan Disiplin PDIP yang dipimpin Sadarestuwati pada 26 Agustus 2026.
Dalam persidangan tersebut, Hidayat ditanya mengenai dugaan adanya langkah politik lain, termasuk isu rencana kepindahannya ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Namun, ia membantah tegas rumor tersebut.