NADIKABAR.COM — Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera telah menyediakan pemulihan hunian bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Utara, Aceh, melalui pembangunan 505 unit hunian tetap (huntap) di tujuh lokasi pada 2026. Angka tersebut merupakan bagian dari total kebutuhan 4.827 unit dengan estimasi anggaran Rp 1,40 triliun.
Kesiapan lahan menjadi perhatian utama dalam percepatan pembangunan karena baru satu lokasi untuk 34 unit atau 6,7 persen yang telah clean and clear. Sementara itu, 471 unit di enam lokasi lainnya atau 93,3 persen masih dalam tahap penilaian appraisal Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).
Dari sisi pelaksanaan, Paket 1 sebanyak 415 unit dengan nilai Rp 111,66 miliar dan Paket 2 di Lhok Puuk sebanyak 90 unit senilai Rp 24,22 miliar segera memasuki tahap kontrak. Dengan masa pelaksanaan 120 hari, pekerjaan ditargetkan selesai antara 9-16 Januari 2027 sehingga melampaui tahun anggaran 2026.
Karena itu, percepatan pengadaan lahan di enam lokasi menjadi salah satu tindak lanjut utama, dengan prioritas Huntap Leubok Pusaka dan Lhok Puuk. Penyelarasan antara kesiapan lahan dan proses kontrak juga diperlukan agar pembangunan dapat segera bergerak sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.
Akses menuju lokasi huntap turut menjadi perhatian. Sebanyak tujuh pekerjaan jembatan yang ditangani Kodam Iskandar Muda masih berada pada progres sekitar 5 persen dan belum menunjukkan perkembangan pada 19-22 September 2026.
Beberapa di antaranya merupakan akses menuju lokasi Huntap Leubok Pusaka dan Keudee Sawang.