"Pemulihan di Aceh Utara terus berjalan, tetapi kecepatannya belum merata. Bantuan untuk pengisian hunian dan stimulan sudah menunjukkan progres, sementara masih ada beberapa simpul yang perlu segera diselesaikan, terutama kesiapan lahan huntap, penyaluran jadup, dan pemulihan fasilitas kesehatan," ujar Ketua Tim Aceh 1 Laksma TNI Nouldy J. Tangka dalam keterangan tertulis, Kamis (24/9/2026).
"Sebagian besar kendala ini bersifat administratif dan koordinatif, sehingga perlu segera dituntaskan agar proses pemulihan masyarakat dapat berjalan lebih cepat," lanjutnya.
Bantuan pengisian hunian telah mencapai 88,32 persen atau 7.575 dari 8.577 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sedangkan bantuan stimulan mencapai 72,09 persen. Sementara itu, penyaluran Jaminan Hidup (Jadup) baru mencapai 24,20 persen atau 4.569 dari 18.880 KPM.
Masih terdapat 14.311 KPM dengan kebutuhan sekitar Rp68,87 miliar yang perlu segera diselesaikan.
Pemulihan fasilitas kesehatan juga memerlukan penyelarasan data dan asesmen. Sebanyak 21 lokus yang terdiri atas 19 Puskesmas dan dua Puskesmas Pembantu (Pustu) mendapat Rp14,21 miliar atau 41,9 persen dari alokasi Aceh.