NADIKABAR.COM — SDN Cilandak Barat 08, Jakarta Selatan, kembali menggunakan gedung sekolahnya setelah menjalani kegiatan belajar mengajar dengan menumpang di SDN Pondok Labu 12 selama satu tahun satu bulan karena proses pembangunan dan rehabilitasi gedung tersebut.
"Jadi, selama kami menumpang itu banyak sekali program-program yang akhirnya dijeda, reschedule ulang, dan banyak sekali program yang pokoknya enggak maksimal," kata Kepala SDN Cilandak Barat 08 Chadijah saat ditemui wartawan di Jakarta, Jumat.
Dia mengatakan gedung baru tersebut menyediakan fasilitas yang lebih lengkap dibandingkan bangunan sebelumnya, sehingga mendukung kegiatan belajar mengajar serta aktivitas ekstrakurikuler siswa.
Sebelum direhabilitasi, kata Chadijah, sekolah juga belum memiliki ruang khusus untuk kegiatan pramuka, laboratorium IPA, dan laboratorium komputer. Perpustakaan bahkan memanfaatkan ruangan yang juga digunakan untuk keperluan lain.
Menurut dia, keterbatasan fasilitas dan waktu selama menumpang di sekolah lain turut memengaruhi pelaksanaan sejumlah program pendidikan. Selain itu, penggunaan ruangan secara bersama-sama juga membuat sekolah harus menyesuaikan jadwal kegiatan.
"Jadi, yang dulu itu kami hanya punya ruangan kelas itu sembilan, sedangkan rombongan belajar kami itu ada 12. Ya, dari situ aja udah kurang. Kemudian, tidak ada ruangan perpustakaan khusus, ya," ujar Chadijah.
Kini, sekolah tersebut memiliki 18 ruang kelas, ruang perpustakaan, laboratorium komputer, laboratorium IPA, ruang pramuka, ruang UKS, ruang guru, serta sejumlah fasilitas penunjang lainnya.
Gedung baru tersebut juga dilengkapi dengan lift yang diperuntukkan bagi siswa berkebutuhan khusus, guru yang sedang sakit, serta siswa yang kurang sehat dengan pendampingan guru.
SDN Cilandak Barat 08 memiliki 379 siswa, termasuk sekitar 14 siswa penyandang disabilitas, berdasarkan data tahun sebelumnya.
Kehadiran gedung baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan semangat belajar siswa sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan melalui kegiatan ekstrakurikuler.
Selain itu, sekolah juga dapat mengatur jadwal kegiatan dengan lebih leluasa karena memiliki lebih banyak ruangan yang dapat digunakan secara bergantian.
Dengan fasilitas yang lebih memadai, pihak sekolah pun berharap proses pembelajaran dan pelaksanaan program pendidikan dapat berlangsung lebih optimal.