"Karena Presiden sudah kasih 'green light' tinggal eksekusinya saja, dari Dewan Ekonomi Nasional bantu supaya cepat (disampaikan ke China) karena perkawanan (dengan pejabat China) jadi kelihatannya akan berjalan lancar," ujar Luhut menambahkan.
Luhut pun mengklaim pihak China tidak keberatan dengan mekanisme pembayaran utang Whoosh.
"Tidak ada masalah, dan kalau kita lihat Whoosh sudah mengubah pola hidup kita karena bisa rumah di Jakarta, makan siang sudah di Bandung, bisa bolak-balik, dan bahkan banyak juga yang sudah minta keberlanjutan Whoosh sampai ke Surabaya, saya singgung juga (dalam pertemuan dengan pejabat China)'," papar Luhut.
Luhut pun menyampaikan, terkait keberlanjutan proyek kereta cepat, Presiden Prabowo perlu menunjuk menteri koordinator terkait.
"Entah AHY (Agus Harimurti Yudhoyono), atau siapa, nanti akan, melaksanakan, harus keberlanjutan begitu," katanya.