Dalam pendaftarannya untuk program ini, Nadzifah membagikan pengalamannya selama berkegiatan di Bank Sampah Kelapa.

Salah satunya adalah bagaimana ia tergerak untuk melakukan riset terkait peran perempuan sebagai modal sosial karena terinspirasi oleh pengurus bank sampah yang seluruhnya terdiri dari perempuan.

Peran perempuan dalam inisiatif masyarakat, seperti pengelolaan sampah, inilah yang hendak disorot Nadzifah. Alasannya ialah karena selama ini ia melihat peran perempuan tersebut kurang tersorot oleh publik.

Selain perempuan, Nadzifah menyasar pula pemberdayaan Posyandu melalui hasil pengelolaan sampah, khususnya minyak jelantah.

"Saya pengin dari jelantah ini bisa menghasilkan manfaat. Gizi misalnya. Jadi, dari profit jelantahnya saya kumpulkan dan saya belikan sayuran di Kebun Jatipadang, di pasar, terus dibagikan ke peserta Posyandu," sebut Nadzifah.