Secara spesifik, Nadzifah menyebut sebesar 25-30 persen keuntungan dari penjualan minyak jelantah disalurkan untuk sedekah ke Posyandu.

Nadzifah berharap pengelolaan sampah yang ia dan warga setempat lakukan dapat juga berdampak pada bidang pendidikan. Misalnya, melalui pendanaan riset.

"Apakah ada anak SMK atau anak magang atau mahasiswa yang bisa melakukan penelitian sederhana di Bank Sampah Kelapa ini. Mungkin kami bisa mendanai kecil-kecilan," katanya.

Dari awal dibentuk pada Oktober 2025 hingga Oktober 2026, Bank Sampah Kelapa telah mengumpulkan sebanyak 85 nasabah. Selain itu, sebanyak 4.6 ton sampah anorganik dan 1.000 liter minyak jelantah juga telah terkumpul melalui aktivitas bank sampah ini.