NADIKABAR.COM — Warga Kelurahan Jati Padang, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan Nadzifah menggunakan gerakan bank sampah sebagai sarana untuk pemberdayaan perempuan dan Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu).

Nadzifah mengatakan melalui gerakan ini ia ingin menunjukkan bahwa ini perempuan bisa punya peran banyak.

"Perempuan tuh menggerakkan lingkungan, mereka memberikan sosialisasi, kita juga bisa generate money (menghasilkan uang)," kata perempuan yang akrab disapa Ifa ini, di Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (4/11).

Nadzifah sendiri merupakan salah satu finalis kategori penggerak dalam program Pilah Olah Sampah Heroes 2026 yang diadakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Program ini merupakan upaya Pemprov DKI dalam mengapresiasi para pahlawan lingkungan yang memiliki aksi nyata dan aktif dalam mengajak warga untuk peduli terhadap sampah.

Dalam pendaftarannya untuk program ini, Nadzifah membagikan pengalamannya selama berkegiatan di Bank Sampah Kelapa.

Salah satunya adalah bagaimana ia tergerak untuk melakukan riset terkait peran perempuan sebagai modal sosial karena terinspirasi oleh pengurus bank sampah yang seluruhnya terdiri dari perempuan.

Peran perempuan dalam inisiatif masyarakat, seperti pengelolaan sampah, inilah yang hendak disorot Nadzifah. Alasannya ialah karena selama ini ia melihat peran perempuan tersebut kurang tersorot oleh publik.

Selain perempuan, Nadzifah menyasar pula pemberdayaan Posyandu melalui hasil pengelolaan sampah, khususnya minyak jelantah.

"Saya pengin dari jelantah ini bisa menghasilkan manfaat. Gizi misalnya. Jadi, dari profit jelantahnya saya kumpulkan dan saya belikan sayuran di Kebun Jatipadang, di pasar, terus dibagikan ke peserta Posyandu," sebut Nadzifah.

Secara spesifik, Nadzifah menyebut sebesar 25-30 persen keuntungan dari penjualan minyak jelantah disalurkan untuk sedekah ke Posyandu.

Nadzifah berharap pengelolaan sampah yang ia dan warga setempat lakukan dapat juga berdampak pada bidang pendidikan. Misalnya, melalui pendanaan riset.

"Apakah ada anak SMK atau anak magang atau mahasiswa yang bisa melakukan penelitian sederhana di Bank Sampah Kelapa ini. Mungkin kami bisa mendanai kecil-kecilan," katanya.

Dari awal dibentuk pada Oktober 2025 hingga Oktober 2026, Bank Sampah Kelapa telah mengumpulkan sebanyak 85 nasabah. Selain itu, sebanyak 4.6 ton sampah anorganik dan 1.000 liter minyak jelantah juga telah terkumpul melalui aktivitas bank sampah ini.