Ia membenarkan bahwa data yang ia paparkan dalam kontennya memang mengacu pada peta resmi rilis 2024-2025. Mengenai peta sesar yang membentang di wilayah Surabaya hingga Madura, ia merujuk pada data Pusgen dan inARISK BNPB 2024.

"Kalau untuk data yang sudah dirilis, untuk segmen patahannya itu memang di Pusgen 2024 itu ada, dan nama patahannya seperti itu yang ada di data. Sumbernya dari inARISK BNPB sama Pusgen 2024. Arahnya itu dari wilayah Bangkalan, Dringu, sampai menuju ke wilayah Sidoarjo, Gedangan, Gempol. Membentang dari barat ke timur," jelasnya.

"Kalau Madura, RMKS (Rembang-Madura-Kangean-Sakala) sendiri ada jalurnya sendiri, ada patahannya sendiri seperti segmen Sepan dan Tragah. Tapi ini patahan-patahan yang dari 2024 yang baru di-update," tambahnya.

Teguh mengatakan, rujukan data yang diambil dari tahun 2024-2025. "Jadi yang saya maksud baru itu karena kan yang terkenal itu kan di Surabaya itu ya segmen garis Kendeng, segmen Surabaya, sama segmen Waru," ujarnya.