NADIKABAR.COM — Pembunuh Mozza Axillia Gunarsa (18), MDVA (22) mengaku membuang jasad korban di jurang Tol Jangli, Kota Semarang. Pernyataan itu disampaikan pelaku kepada polisi sekaligus menguatkan dugaan jika temuan kerangka siang ini adalah Mozza.

"Terduga pelaku ini menunjukkan lokasi di mana tubuh korban terakhir diletakkan yaitu di lereng Tol Jangli," kata Bodia saat dihubungi NadiKabar, Jumat (4/9/2026).

Pelaku menunjukkan tempat pembuangan jasad Mozza pada Kamis (3/9) malam. Namun karena kondisi tidak memungkinkan, pengambilan korban yang sudah tinggal kerangka beserta barang bukti lain dilakukan Jumat (4/9).

"Dari situ kita malam itu karena visibilitas lokasi itu minim sekali dan kecuramannya yang lumayan, kita laksanakan tadi siang. Tadi siang kita laksanakan setelah itu kita dibantu dengan Inafis Tabes, Polrestabes Semarang serta tim SAR karena posisi lereng curam, kita laksanakan evakuasi," ujar Bodia.

Bodia membeberkan kerangka korban ditemukan dalam keadaan utuh. Baju dan jepit rambut korban juga turut ditemukan.

"Evakuasi itu kita mendapati satu kerangka utuh, masih utuh dari kepala sampai kaki dengan beberapa eh kain yang membalut badan. Mungkin bisa dibilang baju maupun ada jepit rambut ya," terang Bodia.

Bodia menuturkan kerangka korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara. Orang tua Mozza juga datang dan mengamini bahwa ciri-ciri kerangka itu adalah anaknya yang sempat hilang.

"Di situ kita evakuasi, kita bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara. Lalu dari orang tua orang hilang itu merapat ke Bhayangkara. Memang secara fisik ketika diidentifikasi oleh orang tua itu menunjukkan bahwa memang iya itu Mozza," ucap Bodia.

"Karena dengan adanya tambal gigi, bagian tambalannya, posisi tambalan, lalu ada posisi gingsul, dan juga jepit rambut yang dimaksud," sambungnya.

Kendati demikian, polisi masih berupaya memastikan temuan itu adalah Mozza melalui pendekatan saintifik. Sampel DNA orang tua Mozza tengah diambil sebagai pembanding dengan kerangka yang ditemukan.

"Karena sudah dalam bentuk kerangka, kami laksanakan rekonstruksi kerangka oleh dokter forensik untuk menentukan bekas-bekas luka ataupun eh penyebab kematian," kata Bodia.

"Itu masih kami laksanakan dan belum keluar hasilnya dan juga walaupun sudah diidentifikasi secara fisik, kami tetap penuh kehati-hatian dengan meminta sampel DNA dari pembanding yaitu orang tua terhadap kerangka yang ditemukan," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, dilaporkan hilang. Ia disebut pamit ke daerah dekat Kodam tetapi tak kunjung pulang ke rumahnya hingga kini.

Ayah Mozza, Singgih (42), sempat menceritakan kronologi menghilangnya putri semata wayangnya yang pamit sejak Rabu (25/6/2025).

"Anak saya pamit baik-baik. Katanya mau mengantar temannya, Ayu, ke (dekat) Kodam untuk mengembalikan laptop," kata Singgih saat ditemui, Kamis (3/7/2025).

Menurut Singgih, perkembangan terakhir dari polisi yang didapatnya hanya sebatas dompet Mozza yang ditemukan di Semarang Utara, Minggu (29/6/2025).

"Dari kepolisian sendiri memang belum ada perkembangan apa-apa. Terakhir yang KTP dan HP-nya ditemukan di Semarang Utara," kata Singgih saat dihubungi NadiKabar, Selasa (3/2/2026).