NADIKABAR.COM — Polisi masih mendalami motif pria berinisial KDI (22) dan ATW (27) menghabisi nyawa wanita inisial KDA (19), yang ditemukan dengan kondisi tangan dan kaki serta leher terikat di tempat indekos Pinang Ranti, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur (Jaktim). Ada dugaan motif ekonomi dibalik aksi keji pelaku.

"Penyidik juga mendalami dugaan motif ekonomi terkait penguasaan telepon genggam dan uang tunai Rp 250 ribu milik korban," kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim, Jumat (9/10/2026).

Penyidik kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya barang-barang yang ditemukan di lokasi kejadian, maupun sebilah pisau.

"Sejumlah barang bukti turut diamankan, di antaranya tali rafia, kain lap, pakaian, pisau, lakban, telepon genggam, dan sepeda motor. Penyidik masih melengkapi proses penyidikan, termasuk pemeriksaan saksi dan tersangka," jelasnya.

Keduanya juga telah ditetapkan sebagai tersangka. Polisi menjerat keduanya dengan Pasal 459 KUHP dan/atau Pasal 458 ayat 1 dan 3 KUHP dan/atau Pasal 479 ayat 3 KUHP Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.

Sebagai informasi, korban ditemukan pada Kamis (8/10) siang. Awalnya, pemilik kosan bernama Sundiyah hendak mengecek kamar kos yang disewa oleh saksi Daniel.

Menurut Sundiyah, Daniel menyewa kamar kos tersebut sejak Selasa (6/10). Namun, sejak serah terima kunci kamar di hari itu, Daniel tidak pernah datang ke kamar kos.

"Dikarenakan tidak ada kabar dari Saudara Daniel, Saksi Sundiyah berniat mengecek kos yang akan ditempati Daniel," ujar Made.

Namun, sebelum sempat mengecek kamar kos tersebut, Sundiyah mendapatkan informasi dari penghuni sebelah. Penghuni sebelah menaruh kecurigaan karena tercium bau tak sedap dari kamar tersebut.

Singkat cerita, para saksi ini kemudian menghubungi Bhabinkamtibmas Pinang Ranti Aiptu Ragil. Setelah Aiptu Ragil datang, para saksi kemudian membuka kamar tersebut dengan menggunakan kunci duplikat.

Setelah pintu kamar kos terbuka, para saksi mencium bau busuk dari kamar kos. Para saksi menemukan mayat korban di dalam kamar mandi.