Stempel Stasiun Pasar Senen menampilkan bangunan utama stasiun yang dahulu bernama Pasar Senen. Stasiun tersebut merupakan stasiun baru yang diresmikan pada 19 Maret 1925. Ada pula gambar tangga yang menjadi representasi terowongan bawah tanah.
Terowongan tersebut memiliki cerita tersendiri karena merupakan terowongan penyeberangan pertama di stasiun yang dibangun di Indonesia.
Stempel Jatinegara menampilkan potret muka bangunan heritage Stasiun Jatinegara yang pada masa lalu bernama Meester Cornelis. Angka 1909 yang ikut muncul dalam gambar merujuk pada tahun pembangunan stasiun baru yang dilaksanakan perusahaan kereta api negara, Staatsspoorwegen. Sementara itu, warna oren menjadi penanda kelas stasiun sekunder.
Stempel Stasiun Manggarai membawa cerita penting dalam sejarah Indonesia. Gambar tersebut menggambarkan peran Stasiun Manggarai sebagai stasiun keberangkatan pemindahan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke Yogyakarta pada 3 Januari 1946.
Perjalanan rahasia tersebut bermula dari Balai Yasa Yogyakarta. Rombongan menggunakan lokomotif uap C2849 yang disertai delapan kereta api. Kereta tersebut membawa Presiden, Wakil Presiden, para menteri dan rombongan.
Stempel Stasiun Bogor menampilkan fasad bangunan utama Stasiun Buitenzorg, nama yang digunakan untuk Stasiun Bogor pada masa itu. Bangunan tersebut dihiasi dengan Gunung Salak yang menjadi elemen kuat dalam gambar. Angka 1881 merujuk pada peresmian stasiun beserta jalur Bogor-Cicurug pada 5 Oktober 1881.
Berbeda dari stempel yang banyak mengangkat sejarah bangunan, Stasiun Tanah Abang justru menampilkan kehidupan orang-orang di dalam stasiun. Gambarnya memperlihatkan hiruk pikuk penumpang di peron. Berbagai profesi dan usia digambarkan lalu-lalang di stasiun.
Hal tersebut merepresentasikan Stasiun Tanah Abang sebagai simpul transit yang ramai dan menjadikan kereta api sebagai salah satu moda transportasi pilihan masyarakat.