Stasiun Jakarta Kota dikenal pula dengan nama Stasiun Beos. Nama Beos memiliki dugaan kuat berasal dari BOS atau Bataviaasche Ooster Spoorweg Maatschappij, perusahaan kereta api swasta yang pertama kali mendirikan Stasiun Jakarta Kota.

Stempel-nya menampilkan potret fasad hall Stasiun Jakarta Kota. Bangunan tersebut merupakan bagian dari pembangunan stasiun baru yang diresmikan pada 8 Oktober 1929.

Angka 1925 menjadi salah satu elemen utama dalam stempel Stasiun Tanjung Priok. Angka tersebut merujuk pada tahun peresmian bangunan baru stasiun, tepatnya pada 6 April 1925. Peresmian tersebut bertepatan dengan ulang tahun perusahaan kereta api negara, Staatsspoorwegen, sekaligus peluncuran kereta api listrik pertama yang melayani rute Jatinegara-Tanjung Priok.

Stempel juga menampilkan fasad bangunan Stasiun Tanjung Priok yang memiliki gaya art deco.

Stasiun BNI City merupakan nama beken dari Stasiun Sudirman Baru. Gambar kereta rel listrik dan kereta bandara menjadi penanda bahwa stasiun ini melayani perjalanan kereta api bandara sekaligus kereta api listrik. Ada pula potret bunga di atas stasiun.

Bunga tersebut merupakan bagian dari karya seni "Akar Perjalanan" yang menjadikan ruang temu tim redaksi mobilitas dan seni.

Stempel Stasiun Universitas Indonesia menampilkan Gedung Rektorat UI yang merupakan salah satu bangunan ikonik Universitas Indonesia. Selain itu, terdapat potret mahasiswa yang sedang membaca, menari dan mengadu asmara. Ketiga aktivitas tersebut menjadi representasi slogan legendaris "Buku, Pesta, dan Cinta". Slogan tersebut menggambarkan dinamika kehidupan mahasiswa UI pada masa lalu dan pernah menjadi bagian dari lirik mars resmi Genderang UI. Sepuluh stempel tersebut ternyata membawa potongan cerita yang berbeda.

Kalau biasanya perjalanan berakhir saat tiba di tujuan, kali ini setiap stasiun punya cerita yang ditampilkan melalui stempel yang sayang untuk dilewatkan.