NADIKABAR.COM — Pemasangan portal penutup jalan atau Regol Ayom di sejumlah sirip Jalan Malioboro, Kota Jogja, dikeluhkan masyarakat karena menyulitkan pejalan kaki terutama lansia dan penyandang disabilitas. Pemda DIY memastikan desain portal tersebut akan diubah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemda DIY, Ni Made Dwipanti mengatakan kondisi lansia yang kesulitan melewati portal tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Pemda DIY. Menurutnya, desain portal perlu mempertimbangkan akses bagi masyarakat yang menggunakan alat bantu mobilitas.
"Nah, tapi kalau kemudian terjadi di lapangan ada misalnya difabel atau pedestrian yang kesulitan untuk menggunakan jalur itu, ini yang akan menjadi bagian dari teman-teman petugas yang kemudian mengatur itu," ujar Made kepada wartawan, Selasa (1/9/2026).
Made mengakui desain portal yang ada saat ini belum sepenuhnya mempertimbangkan kebutuhan pejalan kaki yang menggunakan alat bantu mobilitas. Menurutnya, akses yang disediakan sudah cukup bagi pejalan kaki secara umum, namun belum memberikan ruang yang memadai bagi pengguna kursi roda maupun alat bantu lainnya.
"Menjadi evaluasi juga, bahwa yang lewat di situ mungkin saja menggunakan alat bantu. Sehingga dia mempunyai ruang berkaitan dengan penggunaan ruang yang ada di sana. Mungkin sudah ada untuk pejalan kakinya, tapi belum dipikirkan yang menggunakan alat bantu dalam arti kursi roda dan lain-lain yang kemudian juga membutuhkan ruang yang berbeda," lanjutnya.
Made menyebut Pemda DIY tidak berencana membongkar seluruh Regol Ayom yang telah dipasang. Penyesuaian akan dilakukan pada desain portal agar tetap mampu membatasi kendaraan bermotor, tetapi memberikan akses yang layak bagi pejalan kaki termasuk pengguna kursi roda.