NADIKABAR.COM — Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Sekko Jakarta Pusat Nurhidayat menekankan bahwa pelestarian budaya Betawi membutuhkan keterlibatan pemerintah dan masyarakat agar identitas budaya Jakarta tetap tumbuh di tengah modernisasi.

“Pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama,” kata Nurhidayat dalam pembukaan Festival Pesona Budaya Betawi di Kelurahan Sumur Batu, Kemayoran, pada Minggu.

Dia menyampaikan bahwa Festival Pesona Budaya Betawi digelar dalam rangka menyongsong lima abad Kota Jakarta dan menjadi salah satu ruang untuk mengenalkan kembali kekayaan budaya Betawi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Nurhidayat mengatakan identitas dan jati diri budaya Betawi harus terus tumbuh dan berkembang di tengah modernisasi.

Menurut dia, budaya Betawi merupakan bagian penting dari identitas Jakarta yang memiliki nilai sejarah, seni, tradisi, bahasa, kuliner, serta kearifan lokal.

“Budaya Betawi merupakan bagian penting dari identitas Jakarta yang memiliki nilai sejarah, seni, tradisi, bahasa, kuliner, serta kearifan lokal yang patut kita rawat bersama,” ujarnya.

Dia menilai kegiatan festival dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk tidak hanya menikmati pertunjukan budaya, tetapi juga mengenal nilai-nilai kehidupan yang terkandung di dalamnya.

“Pada kesempatan kali ini kita tidak hanya menikmati sebuah pertunjukan tetapi juga belajar mengenal nilai-nilai kehidupan di dalamnya,” katanya.

Nurhidayat berharap kegiatan serupa dapat memperkuat rasa bangga masyarakat terhadap budaya lokal sekaligus membangun semangat gotong royong dalam pelestariannya.

“Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari upaya bersama membangun Jakarta yang maju sekaligus tetap memiliki akar budaya yang kuat,” kata Nurhidayat.