NADIKABAR.COM — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa dirinya seharusnya memenangkan delapan Nobel Perdamaian karena telah mendamaikan delapan perang di berbagai belahan Bumi ini.
Trump juga menyerang Navi Pillay, hakim terkemuka asal Afrika Selatan (Afsel) yang meraih Nobel Perdamaian tahun 2026 ini, sebagai sosok yang tidak dikenal oleh siapa pun dan sebagai "pembenci Israel".
Dalam postingan akun media sosial Truth Social miliknya, seperti dilansir Anadolu Agency, Sabtu (10/10/2026), Trump kembali meluapkan kekesalannya karena gagal meraih Nobel Perdamaian, meskipun telah banyak pihak yang merekomendasikan dirinya kepada Komite Nobel Norwegia yang berkantor di Oslo.
"Wanita ini yang menerima Hadiah Nobel Perdamaian, mengungguli Amerika Serikat yang hebat, yang perwakilannya, SAYA, telah mendamaikan delapan perang, dan melakukan banyak hal lainnya," tulis Trump dalam postingannya, yang menyertakan foto Pillay.
"Saya tidak tahu apa-apa tentang wanita ini, begitu pula orang lain! Faktanya, sepengetahuan saya, tidak ada seorang pun yang pernah mendengar namanya, kecuali fakta bahwa dia, sudah sangat jelas, membenci Israel. Saya tidak tahu apa yang telah dilakukan wanita ini," sebutnya.
Trump mengatakan bahwa dirinya lebih pantas mendapatkan Nobel Perdamaian karena kiprahnya, yang menurut Presiden AS ini, telah berhasil mendamaikan delapan perang. Dia juga menyinggung soal banyaknya rekomendasi dari para pemimpin dunia agar dirinya meraih Nobel Perdamaian.