Dia juga membahas soal apa yang disebutnya sebagai "rekam jejak PERDAMAIAN", yang menurutnya "belum pernah dicapai oleh siapa pun sebelumnya".

Trump menyinggung keberhasilannya memulangkan semua sandera Israel dari Jalur Gaza, melengserkan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro yang disebutnya sebagai "Diktator Jahat Dunia", hingga mencegah perang antara Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut), Jepang dan Korut, juga China dan Taiwan.

"Terlepas dari semua ini, Hadiah Nobel hari ini justru diberikan kepada seorang tokoh liberal yang bekerja di Perserikatan Bangsa-Bangsa, sosok yang bahkan tidak pernah didengar namanya oleh siapa pun," kata Trump dalam postingannya.

"Amerika Serikat, yang diwakili oleh saya, sebagai Presiden Anda, seharusnya menerima Hadiah Nobel Perdamaian, namun tidak mendapatkannya," ucapnya.

"Ini adalah noda tak terhapuskan bagi Norwegia, sesuatu yang tidak akan pernah dilupakan. Hadiah Nobel 'Perdamaian' telah kehilangan kredibilitasnya selamanya akibat ulah segelintir penganut ideologi radikal yang antidemokrasi dan merupakan musuh peradaban," tandas Trump, menyebut Norwegia sebagai lokasi kantor pusat Komite Nobel.