NADIKABAR.COM — Pemerhati Kepolisian Poengky Indarti mengatakan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto memiliki tugas yang harus dilanjutkan di era kepemimpinannya, yakni reformasi Polri yang menjadi mandat dari rakyat.
"Pemimpin Polri masih punya tugas melanjutkan transformasi Polri atau reformasi Polri sebagaimana mandat rakyat," katanya saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Ia mengharapkan Kapolri dapat mewujudkan apa yang menjadi rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP), salah satunya reformasi kultural Polri.
"Betul, reformasi kultural Polri. Watak pemimpin dan anggotanya harus humanis, menghormati HAM, buang sikap arogan, pamer harta, koruptif, tidak profesional, dan kekerasan berlebih," ujarnya.
Poengky juga mengharapkan Suyudi yang pernah menjabat sebagai Kepala BNN itu, tidak meninggalkan perhatiannya dalam pemberantasan peredaran gelap narkoba.
Karena menurutnya, narkoba adalah musuh bersama, yang merusak generasi muda bangsa sehingga dapat mengancam visi Indonesia Emas 2045.
"Polisi harus dapat mencegah masuknya narkoba dari luar negeri dan harus dapat mencegah produksi-produksi narkoba secara klandestin di Indonesia. Berikut juga penyebarannya," ucapnya.