Mantan Komisioner Kompolnas itu juga mengharapkan Kapolri tegas dalam menindak oknum anggota Polri, TNI maupun ASN yang terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba.
"Oknum anggota TNI-Polri, dan ASN yang berani menggunakan narkoba dan menjadi backing narkoba harus dihukum berat," ujar Poengky.
Suyudi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, di Istana Negara, Jakarta, Kamis siang.
Aktivis HAM itu menilai kepemimpinan Jenderal Listyo sejak 2021 sangat mumpuni karena berhasil melewati tahun-tahun berat untuk memimpin institusi Polri dalam menjaga memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas).
Menurut Poengky, kepemimpinan Listyo teruji mulai dari wabah COVID-19, Pilkada dan Pemilu 2024, dan berbagai macam bencana alam, seperti gempa bumi NTT, Cianjur, banjir bandang di Sumatera (Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat), penanganan kekeringan serta Karhutla, dan lainnya.
Listyo juga sukses dalam mengawal agenda-agenda kenegaraan nasional, maupun internasional, mulai dari PON Papua, hingga Asian Games, dan konferensi internasional KTT G20 di Bali.
Kesetaraan gender di tubuh Polri benar-benar dirasakan di era Listyo, memberi ruang Polwan mengampu jabatan strategis Polri, dan terbentuknya direktorat baru khusus penanganan perempuan dan anak.