"Total pagu anggaran yang dialokasikan untuk program rekonstruksi, rehabilitasi, dan pengembangan usaha garam rakyat di Aceh mencapai lebih dari Rp5,1 miliar," kata Safrizal pada keterangan tertulisnya, Minggu (4/10/2026).

Alokasi dana pemulihan ini diharapkan mampu mengembalikan geliat produksi garam lokal secara optimal.

Bantuan infrastruktur yang diberikan mencakup pembangunan dapur, tungku perebusan, hingga tunnel garam berkonsep rumah kaca. Kabupaten Bireuen tercatat menerima alokasi terbesar mencapai lebih dari Rp 2,96 miliar untuk 176 penerima manfaat.

Sementara itu, Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Utara masing-masing menerima kucuran dana sebesar Rp1,29 miliar dan Rp839,64 juta.