NADIKABAR.COM — Pemerintah Aceh mengalokasikan anggaran lebih dari Rp5,1 miliar guna memulihkan usaha garam rakyat yang sempat terdampak bencana hidrometeorologi. Program pemulihan terpadu ini menyasar 254 penerima manfaat di Kabupaten Bireuen, Aceh Utara, dan Aceh Timur.

Dana segar tersebut bersumber dari tambahan Transfer ke Daerah Tahun Anggaran 2026. Dukungan pendanaan ini secara khusus diarahkan untuk merekonstruksi sarana produksi para petambak lokal.

Langkah antisipatif ini diyakini mampu meningkatkan ketahanan usaha masyarakat dalam menghadapi cuaca ekstrem di masa mendatang.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Aceh, Safrizal, menyebutkan inisiatif ini merupakan sebuah langkah strategis dari pemerintah daerah. Program tersebut dirancang khusus untuk memperkuat fondasi perekonomian warga sekaligus menekan tingkat kerentanan usaha.