Persiapan tersebut juga memerlukan perencanaan yang matang, pemetaan sistem dan data, peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta koordinasi lintas sektor.
Upaya tersebut menjadi penting seiring besarnya aktivitas ekonomi digital Indonesia.
Ia menyampaikan bahwa nilai gross merchandise value (GMV) ekonomi digital Indonesia mendekati 100 miliar dolar AS pada 2025 atau meningkat 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilainya diproyeksikan mencapai 340 miliar dolar AS pada 2030.
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi pembayaran digital mencapai 12,99 miliar pada triwulan III 2025. Jumlah tersebut tumbuh 38,08 persen secara tahunan.
Menurut Ali, keamanan siber merupakan salah satu fondasi untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital sekaligus mendukung pemanfaatan teknologi baru.
Penguatan keamanan siber juga menjadi bagian dari Buku Putih Strategi Nasional Pengembangan Ekonomi Digital.
Ia menekankan pentingnya membangun kemandirian teknologi nasional agar Indonesia tidak hanya mengandalkan kolaborasi internasional dalam pengembangan keamanan siber.