NADIKABAR.COM โ€” Pemerintah membangun 66 unit hunian tetap (huntap) bagi penyintas bencana hidrometeorologi di Kota Lhokseumawe, Aceh, untuk mempercepat pemulihan tempat tinggal warga yang kehilangan atau mengalami kerusakan rumah akibat bencana pada 25 November 2025.

Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Pemukiman Dinas PUPR Kota Lhokseumawe, Furqan di Lhokseumawe, Aceh, Sabtu, mengatakan pembangunan huntap tersebut terdiri atas 56 unit di Desa Padang Sakti Kecamatan Muara Satu, dan 10 unit di Gampong Cut Mamplam Kecamatan Muara Dua.

โ€œUntuk lokasi di Padang Sakti, lahan yang tersedia sekitar empat hektare, sedangkan pembangunan huntap dilakukan sesuai kebutuhan dan rencana penempatan unit,โ€ katanya.

Ia menjelaskan lokasi pembangunan dipilih dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan kelayakan lahan. Kedua lokasi tersebut telah mendapatkan rekomendasi dari Badan Geologi Pusat terkait kelayakan lokasi untuk pembangunan hunian bagi penyintas bencana.

Sebanyak 56 unit huntap di Padang Sakti diperuntukkan bagi warga terdampak dari Gampong Blang Naleng Mameh, Blang Panyang dan Padang Sakti. Sementara itu, 10 unit di Gampong Cut Mamplam dialokasikan bagi warga terdampak dari Gampong Jambo Timu, Kecamatan Blang Mangat, serta penyintas bencana longsor di Kecamatan Muara Dua.