Ia menjelaskan pekerjaan lantai jembatan meliputi pembesian, pengecoran beton, dan pengaspalan sebelum jembatan dapat difungsikan untuk masyarakat.
Chandra mengatakan pengerjaan menghadapi tantangan berupa perubahan ketinggian muka air sungai akibat intensitas hujan yang tinggi. Kondisi tersebut menghambat pekerjaan fondasi dan abutmen atau struktur penyangga di kedua ujung jembatan.
Selain pembangunan jembatan, BPJN Aceh juga mengerjakan penanganan aliran sungai atau river training yang saat ini mencapai sekitar 30 persen. Pekerjaan tersebut dilakukan pada bagian hulu dan hilir sungai untuk mendukung perlindungan infrastruktur jembatan.
Untuk mengejar target penyelesaian, pekerjaan dilaksanakan siang dan malam dengan pembagian dua shift ang melibatkan sekitar 70 pekerja.