NADIKABAR.COM β€” Pemerintah mulai membangun Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Desa Pakpahan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, sebagai replikasi dari PATS Desa Sibonor Ompu Ratus.

Secara akumulatif, kedua PATS tersebut diproyeksikan bisa meningkatkan pendapatan petani lebih dari Rp2 miliar per tahun.

β€œSecara akumulatif intervensi energi bersih di kedua desa ini (Sibonor Ompu Ratus dan Pakpahan) diproyeksikan akan memberikan nilai tambah ekonomi lebih dari Rp2 miliar per tahun bagi masyarakat lokal,” ujar Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo Adypurnama Alias Teguh Sambodo saat peletakan batu pertama (groundbreaking) PATS Pakpahan di Kecamatan Onan Runggu, Samosir, Sabtu.

PATS Pakpahan merupakan bagian dari upaya memperluas penerapan teknologi energi bersih sekaligus mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Samosir.

β€œSamosir kini berdiri sebagai model percontohan nasional untuk pembangunan rendah karbon berbasis komunitas yang siap direplikasi di penjuru Indonesia,” kata dia.

Desa Pakpahan memiliki 73 hektare sawah tadah hujan yang digarap oleh 903 petani.

Leonardo menerangkan penggantian pompa irigasi berbahan bakar Pertalite dengan PATS nantinya dapat menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 7,32 ton CO2e per tahun, sekaligus meningkatkan hasil panen dari 96 ton menjadi 288 ton per tahun.

Pembangunan PATS Pakpahan dilakukan dengan mereplikasi PATS Sibonor Ompu Ratus yang telah mampu mengairi 82 hektare sawah tadah hujan dan memberikan manfaat kepada 749 petani.

PATS Sibonor sebelumnya menggunakan energi surya untuk menggantikan pompa irigasi berbahan bakar Pertalite.

Penggunaan energi bersih tersebut membuat biaya operasional harian petani menjadi nol rupiah sekaligus mengurangi emisi sekitar 10,18 ton CO2e per tahun.

Produksi padi di kawasan tersebut ditargetkan meningkat tiga kali lipat dari sekitar 50 ton menjadi 150 ton per tahun.

Adapun PATS Pakpahan termasuk dalam program Low Carbon Development Initiative (LCDI) yang merupakan hasil kerja sama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Inggris melalui UK Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO).

PATS tersebut menjadi instrumen implementasi kebijakan pembangunan rendah karbon di tingkat tapak dengan menyediakan air irigasi bagi sawah tadah hujan sekaligus menggantikan penggunaan pompa berbahan bakar fosil.

Dalam program tersebut, Kementerian PPN/Bappenas mengoordinasikan program dan integrasi perencanaan pusat dan daerah.

Pemerintah Inggris melalui UK FCDO menyediakan pendanaan hibah dengan pengelolaan lembaga konsultan Oxofrd Policy Management Limited (OPML).

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berperan mengusulkan lokasi dan mengawal pelaksanaan program, sedangkan Pemerintah Kabupaten Samosir dan Desa Pakpahan berkomitmen mengoperasikan sistem serta menjaga konservasi lahan.