NADIKABAR.COM — Pemerintah dan para pelaku industri sepakat bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar transformasi digital bisa terwujud untuk menciptakan produktivitas, meningkatkan daya saing industri dan bahkan berdampak nyata pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal tersebut turut diangkat menjadi sorotan utama dalam acara "The 3rd Digital Transformation Forum" (DTF) 2026 yang digelar oleh Selular Media Network di Jakarta, Senin.

CEO sekaligus Editor in Chief Selular Media Network Uday Rayana menilai ukuran keberhasilan transformasi digital pada akhirnya bukan dilihat dari seberapa banyak teknologi baru yang digunakan tapi justru bagaimana pemanfaatannya dapat membawa dampak positif bagi negara.

"Tantangan sesungguhnya adalah memastikan digitalisasi mampu meningkatkan daya saing industri, memperluas manfaat teknologi, dan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi Indonesia," kata Uday dalam acara tersebut.

Dari sisi pemerintahan, Kepala Biro Humas dan Teknologi Informasi Kementerian Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) Mamur Saputra berpandangan bahwa digitalisasi pelayanan publik saat ini bukan lagi sekadar pilihan dan memang harus diprioritaskan.

Maka dari itu, ia mengatakan kementeriannya telah mengadopsi berbagai solusi digital pada setiap pelayanan yang diberikan kepada masyarakat mulai dari pembuatan paspor hingga akses jaringan dokumentasi dan informasi hukum (JDIH) sehingga pelayanan menjadi lebih efisien.

"Integrasi layanan hukum, HAM, imigrasi dan pemasyarakatan secara digital dinilai dapat memperkuat kepastian hukum sekaligus mendorong investasi dan menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih inklusif," ujar Mamur.

Sementara itu, mewakili pelaku industri telekomunikasi, VP Head of Ecosystem Regulatory Affairs Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Machdi Fauzi menyoroti pentingnya dukungan regulasi yang kondusif di tengah pergeseran industri menuju layanan digital bernilai tambah seperti kecerdasan artifisial (AI) dan cloud.

Machdi menekankan bahwa kolaborasi antara regulator dan operator adalah kunci utama agar ekosistem digital Indonesia bisa melompat lebih jauh ke depan.

Secara garis besar melalui diskusi yang mewadahi para pemangku kepentingan terkait dari pemerintah hingga pelaku industri, DTF 2026 memperlihatkan satu benang merah utama transformasi digital Indonesia bahwa tujuan negara itu tidak bisa dibangun secara terpisah dan membutuhkan kolaborasi untuk mewujudkan.

Babak baru digitalisasi bukan lagi sekadar adu kecanggihan teknologi, melainkan tentang para pemangku kepentingan harus mampu membangun kolaborasi efektif agar teknologi tersebut benar-benar menghasilkan nilai ekonomi yang optimal.