NADIKABAR.COM — Pemerintah didorong untuk memperkuat kolaborasi bersama pelaku industri, korporasi, serta akademisi guna mengoptimalkan momentum bonus demografi.
Kepala Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) I Dewa Gede Karma Wisana dalam Kontan Economic & Demographic Forum di Jakarta, Selasa, menjelaskan peta demografi Indonesia menunjukkan fenomena susunan keluarga yang makin panjang dan meramping.
Momentum tersebut bersamaan dengan perubahan struktur pendudukan yang kian kompleks, misalnya meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia dan mengecilnya angka kelahiran.
Dia menyoroti angka kelahiran turun dari 5,61 anak per perempuan pada 1971 menjadi 2,13 berdasarkan prediksi hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025.