NADIKABAR.COM — Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi 8% sebagaimana dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Namun, menurut Ketua Umum HKI Akhmad Ma'ruf Maulana menyampaikan pencapaian target pertumbuhan ekonomi tersebut membutuhkan langkah terobosan yang konkret.

"Kawasan industri memiliki peran strategis sebagai motor penggerak investasi, hilirisasi, ekspor, dan penciptaan lapangan kerja. Namun, untuk mencapai target tersebut, kita membutuhkan keberanian melakukan terobosan kebijakan, khususnya dalam mempercepat proses perizinan dan realisasi investasi," ujar Ma'ruf dalam keterangan tertulis, Jumat (9/10/2026).

HKI memandang Proyek Strategis Nasional (PSN) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) merupakan instrumen penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi, menarik investasi berskala besar, meningkatkan nilai tambah industri, serta memperkuat daya saing Indonesia dalam rantai pasok global.

Oleh karena itu, HKI mendorong Pemerintah untuk memberikan perhatian khusus terhadap percepatan proses pengajuan, evaluasi, persetujuan, dan penetapan PSN maupun KEK, baik untuk usulan baru maupun pengembangan dan perluasan kawasan yang telah beroperasi.

Percepatan tersebut sangat penting mengingat persaingan antarnegara dalam menarik investasi semakin ketat. Investor global tidak hanya mempertimbangkan insentif fiskal dan ketersediaan lahan, tetapi juga kecepatan pengambilan keputusan, kepastian regulasi, kemudahan perizinan, serta kesiapan infrastruktur pendukung.

"Dalam dunia investasi, kecepatan adalah faktor penentu. Kita tidak boleh kehilangan peluang investasi hanya karena proses administrasi yang panjang dan berlarut-larut. Setiap keterlambatan investasi berarti tertundanya penciptaan lapangan kerja, peningkatan ekspor, penerimaan negara, dan pertumbuhan ekonomi," tegasnya.