NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mendorong penurunan jumlah masyarakat penerima bantuan sosial (bansos) yang saat ini sekitar 22,5 juta orang, melalui program pemberdayaan agar mereka meningkatkan kesejahteraan dan hidup mandiri.

“Kita akan dorong terus, kerja keras, usahakan tiap tahun dari 22,5 juta itu akan terus menurun jumlahnya menjadi masyarakat yang kuat dan mandiri,” katanya saat menghadiri Khataman Al-Qur’an bil Hifzhi dan Silaturahim Nasional III Jam’iyah Mudarasatil Qur’an lil Hafidzat (JMQH) di Stadion Sultan Agung Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, penurunan jumlah penerima bansos tersebut indikator keberhasilan pemberdayaan masyarakat dalam mendorong penerima bantuan agar mampu meningkatkan taraf hidupnya.

“Itulah yang disebut pemberdayaan, di mana seluruh masyarakat harus naik kelas dengan berbagai kekuatannya untuk mandiri, tangguh dan produktif,” ujarnya.

Ia mendorong masyarakat Indonesia agar tidak lagi hanya menjadi objek pembangunan, melainkan subjek pembangunan yang berperan aktif, antara lain melalui kelompok-kelompok masyarakat yang menjalankan kegiatan positif.

Ia menilai JMQH memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam mendorong kemajuan bangsa Indonesia pada masa mendatang.

“JMQH ini punya potensi yang besar dan bisa menjadi kekuatan untuk membawa kemajuan bangsa Indonesia di masa yang akan datang,” katanya.

Ia mengatakan pemerintah terus berupaya menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat untuk mengentaskan kemiskinan.

Namun, Muhaimin yang akrab disapa Cak Imin itu, mengakui upaya tersebut bukan pekerjaan mudah apabila tidak dilakukan secara bersama-sama.

“Kami butuh dukungan untuk membawa bangsa Indonesia lepas dari berbagai penderitaan dan berbagai masalah yang dihadapi, antara lain kemiskinan, musibah dan bencana,” ujarnya.

Di hadapan sekitar 33 ribu anggota JMQH yang menghadiri kegiatan tersebut, Cak Imin juga meminta doa agar masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diberikan kekuatan serta bencana tersebut segera berakhir.

“Semuanya tetap sehat, terutama kepada para relawan yang bekerja keras menyerahkan jiwa raganya untuk membantu saudara-saudaranya diberi keselamatan dan kesehatan,” katanya.