"Sekarang sudah tidak diproduksi, tapi kalau begitu melihat pernah ada batik-batik yang indah ini, ini membangkitkan semangat generasi muda untuk mempelajari dan menciptakan lagi motif-motif batik dari ketiga daerah yang tidak kalah indahnya dengan daerah-daerah lain di Indonesia," kata Sri.
Selain mengadakan pameran, pengelola Museum Tekstil menyelenggarakan acara "Bincang Batik."
Sri mengatakan bahwa Museum Tekstil Jakarta tidak hanya menjaga koleksi warisan budaya, tetapi juga menghadirkan ruang belajar, dialog, serta pewarisan pengetahuan dan keterampilan.
Museum Tekstil Jakarta, ia melanjutkan, ingin menghadirkan ruang bagi para perajin, akademisi, komunitas, generasi muda, dan masyarakat untuk bertemu serta saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.
"Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan tentang Batik Kudus, tetapi juga membangkitkan kepedulian dan mendorong lahirnya generasi penerus yang mencintai serta bersedia mempelajari keterampilan batik," katanya mengenai acara "Bincang Batik" di Museum Tekstil Jakarta.