Ari mengatakan keberadaan landing page menjadi salah satu layanan konkret Klinik UMKM Bangkit untuk membantu pelaku usaha terdampak bencana menjangkau konsumen yang lebih luas sekaligus meningkatkan peluang penjualan.
Menurut dia, pelaku UMKM terdampak bencana perlu memanfaatkan ekosistem digital dan perdagangan elektronik untuk memperluas pasar seiring perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan belanja daring.
Untuk bergabung, UMKM harus terdaftar melalui aplikasi SAPA UMKM, memiliki akun marketplace aktif, serta memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Produk yang dipasarkan juga harus merupakan produk lokal.
Selain pemasaran, Klinik UMKM Bangkit memberikan pendampingan terkait pembiayaan dan produksi. Tiga tenaga pendamping di setiap klinik membantu UMKM memperoleh akses relaksasi pinjaman dan modal, akses pasar, serta solusi bagi usaha yang produksinya terhenti akibat bencana.