NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar menyebut Indonesia punya peluang untuk memasarkan personalized product dengan ciri Nusantara ke pasar China.

"Kami melihat dari China ada banyak kebutuhan-kebutuhan, terutama yang personalized items dan berbasis budaya Indonesia karena Indonesia punya banyak sekali," ungkap Irene di Beijing, Sabtu (31/10).

Personalized product adalah produk yang sudah ada di pasaran tapi menambahkan tampilan atau identitas tertentu ke produk tersebut sehingga punya nilai personal maupun emosional si pengguna.

Irene menyampaikan hal tersebut pada sela-sela pelantikan Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) Tiongkok Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) yang meliput pengurus di Beijing, Guangzhou, Shenzhen dan Shanghai.

"Ekonomi kreatif kami dapatkan sebagai new engine of growth bagi negara karena dari Sabang sampai Merauke, kita saja beda-beda semua. Dari wajah kita yang berbeda-beda, dari 'story planning' kita yang berbeda-beda, jadi kita punya Sesuatu yang unik," ujar Irene.

Irene menyebut pasar ke depannya bukan hanya melihat sesuatu yang dapat diproduksi dengan baik tapi melihat nilai tambah dan keterkaitan produk tersebut dengan konsumen.

"Jadi Indonesia lah satu-satunya negara yang bisa melakukan 'personalized products' yang hanya ada untuk konsumennya dengan jumlah yang sangat besar, kita punya 215 juta orang dan hal ini bukan sesuatu yang tidak bisa dijual-belikan," ungkap Irene.

Ia mengajak agar pelaku usaha di bidang industries kreatif agar tidak ikut dalam perang harga tetapi lebih menghasilkan satu barang eksklusif dan khusus tapi dengan margin keuntungan yang besar.